Project Description
|
No |
Pertanyaan |
Pernyataan |
|
1 |
Apa inspirasi dibalik perancangan karya ini? |
Karya ini terinspirasi dari sebuah film dokumenter yang sempat viral di tahun politik ini yaitu film dokumenter berjudul “Sexy Killers” karya rumah produksi WatchDoc yang disutradarai oleh Dandhy Dwi Laksono. Sebagaimana tergambar dalam film tersebut Kegiatan alih fungsi kawasan hutan dan pertanian seperti pertambangan batubara yang menyebabkan ekosistem alam dan manusia menjadi rusak. Bagaimana pembangunan yang seharusnya berpihak pada rakyat kecil, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Justru sebaliknya, pertambangan telah menjadi penindas bagi petani, nelayan, serta rakyat kecil pada umumnya. |
|
2 |
Bagaimana cara desain Anda bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya? |
Dengan bertujuan menciptakan kembali ekosistem yang telah rusak akibat dari aktifitas penambangan batu bara. selain itu juga sebagai solusi untuk permasalahan dead-space lubang-lubang bekas galian penambangan yang tidak direklamasi sehingga banyak menimbulkan korban dan pencemaran lingkungan. Tujuan dari konsep ini adalah untuk mengembalikan ekosistem dan juga mengedukasi masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan mereka. Eko-Tourism ditambah sebagai elemen simbiosis antara ekosistem dan budaya, karena itu merupakan potensi yang besar di kalimantan dan akan menjadi sesuatu yang menarik bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam merestorasi ekosistem mereka. |
|
3 |
Apa konsep dan gaya desain Anda? |
Sebuah tipologi perkampungan terapung dengan sebuah pendekatan meniru bentuk dari ekosistem tertentu (biomimicry) yaitu sarang lebah. dengan harapan secara filosofi agar masyarakat memiliki semangat seperti lebah yang terus bekerjasama untuk membangun kembali tempat tinggalnya sendiri sehingga dapat terus mereka kembangkan untuk kehidupan yang berkelanjutan. |
|
4 |
Apa alasan dibalik pemilihan warna dan skema warna Anda? |
Pemilihan warna mengambil konsep “bio-mimic colour” yaitu memimik/meniru warna material alam (kayu/bambu) yang senada dengan lingkungan sekitarnya. diterapkan pada hampir seluruh bagian bangunan (lantai, dinding, plafond) dengan penyelesaian berupa coating cat. Misal warna kayu/bambu kaya dengan sifat penyembuhan (recovery). Karena terlihat alami, organik dan elegan, kombinasi yang sesuai dengan konsep yang bertujuan untuk merecovery masyarakat yang tergusur dan terkena pencemaran lingkungan akibat aktifitas penambangan |
|
5 |
Apa pendekatan ramah lingkungan dalam hal konsep desain, material, perawatan, penggunaan energi, air, pengaturan sampah, dll? |
Seluruh proses pentahapan tidak terlepas dari konsep green. Ada tiga tahap berdasarkan konsep fungsinya yaitu REWETTING (Untuk mengelola air dalam mencegah , dekomposisi lebih lanjut, subsidensi lahan, dll), REGREENING (Untuk revegetasi lahan terdegradasi dan mendorong regenerasi alami secara bertahap) dan REVITALIZING (Untuk memastikan keberlanjutan, manajemen yang terintegrasi. Sehingga bisa memastikan kemakmuran ekonomi, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat). |
|
6 |
Apa dan siapa yang mempengaruhi desain Anda? |
Aspek utama yang mempengaruhi garis besar desain adalah konteks sekitar (alam dan manusia). Bagaimana mengembalikan kehidupan ekosistem keduanya yang telah rusak akibat lahan mereka yang menjadi lubang kubangan air yang terabaikan. Pihak yang berpengaruh dalam perancangan desain adalah salah satu warga yang terkena dampak, teman-teman dari Greenpeach Indonesia dan seluruh pihak yang terait dalam pembuatan film dokumenter tersebut. |
|
7 |
Bagaimana pendekatan Anda dalam meneliti isu ini? |
Pendekatan yang digunakan adalah Regenerative Design yang mana diturunkan menjadi 3 bagian (Rewetting, Regreening dan Revitalizing) yang dijadikan sebagai konsep fungsi |
|
8 |
Siapa yang didekati untuk meneliti isu ini? |
pihak – pihak yang menjadi sumber informasi utama yaitu pengamatan secara tidak langsung tentang kebiasaan hidup warga terdampak, studi pengamatan melalui film, serta pengumpulan data-data lain melalui instansi instansi terkait |
|
9 |
Rangkaian pertanyaan yang ditanyakan saat melakukan penelitian ini? |
Pertanyaan seputar apa saja masalah yang ditimbulkan akibat dari aktifitas penambangan yang ada kaitannya dengan mata pencaharian mereka, kualitas air bersih, kualitas lingkungan dll. |
|
10 |
Apakah metode penelitian yang digunakan? |
Metode pengumpulan data berupa menyimak film, wawancara dan pengamatan ke pihak terkait, studi preseden dan studi literatur. Data- data yang didapatkan selanjutnya diolah dan disusun sedemikan rupa untuk mengetahui masalah desain dan konsep desain sebagai penyelesaiannya. |
|
11 |
Penemuan apa saja yang didapatkan dari penelitian? |
Ada upaya penggunaan tanaman dan bagian-bagiannya untuk dekontaminasi limbah (logam berat/organik) yang disebabkan bekas aktifitas pertambangan yaitu dengan Fitoremediasi. Ada juga Sistem pertanian atau budidaya di lahan basah yang disebut paludikultur. Serta teknologi dan material bangunan apung di permukaan air |



