Project Description
Ocean Guard (Research, Education, and Collect Ocean Garbage), Laut Bali – 8°43’S,115°2’E
|
No |
Pertanyaan |
Pernyataan |
|
1 |
Apa inspirasi dibalik perancangan karya ini? |
Inspirasi karya diambil dari semakin mengancamnya permasalahan sampah terutama plastik bagi ekosistem laut indonesia khususnya bali. Permasalahan sampah laut ini semakin di perparah oleh rendahnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap permasalahan sampah dan ekosistem laut. Padahal ekosistem laut merupakan merupakan sumber kehidupan bagi hewan maupun manusia, bagi manusia ekosistem laut merupakan sumber ekonomi, pangan maupun budaya. |
|
2 |
Bagaimana cara desain Anda bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya? |
Desain ini mewadahi kegiatan research, edukasi, dan pengumpulan kembali sampah laut. dimana peneliti dilibatkan dalam kegiatan penelititan sampah dan ekosistem laut. Bagi masyarakat bali dan wisatawan di izinkan untuk ikut mempelajari dan melihat secara langsung permasalahan sampah dan ekosistem laut. |
|
3 |
Apa konsep dan gaya desain Anda? |
Desain Biomimicry dan eksperimental menjadi dasar dari bentuk desain konsep. Lautan beserta isinya serta aspek fungsi dalam desain, saling bersinergi dalam menciptakan bentuk desain yang tidak hanya indah namun juga berfungsi secara maksimal serta mampu bertahan dan beradaptasi dengan lingkunannya. |
|
4 |
Apa alasan dibalik pemilihan warna dan skema warna Anda? |
Warna menjadi peran penting dalam pembentukan suasana desain. Pemakain warna putih dapat merefleksikan setiap suasana di lautan dan warna yang kemerahan mengasilkan kontras yang dapat menjadi penanda banguanan. |
|
5 |
Apa pendekatan ramah lingkungan dalam hal konsep desain, material, perawatan, penggunaan energi, air, pengaturan sampah, dll? |
Konsep ramah lingkungan yang di terapkan dalam desain mencakup penggunaan energi, material, dan pengolahan sampah. Dalam hal energi, bangunan ini memanfaat energi angin untuk menggerakkan turbin dan panas matahari yang ditangkap panel surya untuk menghasilkan listrik, serta mengubah beberapa jenis plastik menjadi bahan bakar. Dalam hal material, bangunan ini memanfatkan sampah plastik yang telah di lebur ulang sebagai material pelapis sebagian bangunan. Dalam hal pengolahan sampah, bangunan ini akan mengumpulkan kembali sampah yang tersebar di laut bali. Setelah sampah laut di kumpulkan selanjutnya sampah disortir dan dikemas untuk selanjutnya dikirim dan diolah kembali di daratan. |
|
6 |
Apa dan siapa yang mempengaruhi desain Anda? |
Pengaruh terbesar adalah isu tentang sampah laut dan ekosistem laut. Saya memulai dari isu sampah laut dan ancaman yang ditimbulkan terhadap keberlanjutan ekosistem laut, serta dampak lebih jauh terhadap ekonomi, sumber pangan, dan budaya manusia di masa mendatang. |
|
7 |
Bagaimana pendekatan Anda dalam meneliti isu ini? |
Pendekatan yang diambil adalah pendekatan Biomimicry, dengan mengadaptasi sistem alam untuk di adopsi kedalam desain sehingga menciptakan desain yang suistainable. |
|
8 |
Siapa yang didekati untuk meneliti isu ini? |
Isu diteliti berdasarkan literatur yang sudah ada terhadap permasalahan sampah dan ekosistem laut, hasil pengolahan data literatur tersebut kemudian menjadi acuan dari desain. |
|
9 |
Rangkaian pertanyaan yang ditanyakan saat melakukan penelitian ini? |
Pertanyaan yang muncul lebih mengarah ke permasalahan sampah dan ekosistem laut, tentang bagaimana dampak sampah terhadap ekosistem laut? dan bagimana cara mengatasi permasalahan sampah di laut?. Serta bagaimana cara menerjemahkannya kedalam sebuah desain bangunan. |
|
10 |
Apakah metode penelitian yang digunakan? |
Setiap data dalam penelitian ini bersumber dari jurnal maupun laporan ilmiah yang selanjutnya diolah dan disusun sedemikan rupa untuk merumuskan konsep desain dan garis besar desain |
|
11 |
Penemuan apa saja yang didapatkan dari penelitian? |
Eksplorasi fasad dengan material plastik recycle, untuk menguatkan identitas bangunan penelitian, edukasi, dan pengolahan sampah. Serta penggunaan HDPE sebagai material bangunan yang fleksibel. |




