Project Description
Menurut saya konsep “You for Tomorrow” penting untuk dipahami dan diterapkan oleh para desainer dalam karya yang dihasilkan. Hal ini disebabkan karena dengan melalui pemahaman terhadap konsep ini, desainer tidak hanya sekedar dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan lingkungan ataupun urgensi yang ada di saat sekarang. Konsep ini dapat membuat desainer menjadi lebih aware terhadap kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di masa yang akan datang dan mengantisipasinya melalui desain yang dihasilkan. Berbagai kemungkinan tersebut diantaranya adalah perubahan kondisi lingkungan, gaya hidup dan kebiasaan masyarakat, budaya, dan juga berbagai perubahan lainnya.
Di masa yang akan datang, keadaan ekologi, sosiologi dan teknologi tentunya akan berbeda dibandingkan dengan saat ini. Di era globalisasi ini, batas-batas antar negara semakin menipis, hal ini tentunya akan berdampak pada perkembangan setiap negara di dunia ini. Perkembangan ekologi, sosiologi, dan teknologi yang akan terjadi di masa yang akan datang mungkin saja dapat membahayakan kondisi planet bumi dan makhluk hidup yang ada. Misalnya perkembangan industri-industri yang didirikan di berbagai negara berkembang dapat menyebabkan terjadinya eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan dan menghasilkan limbah serta pencemaran lingkugan. Hal ini menyebabkan negara-negara berkembang yang seharusnya memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah menjadi menipis. Dampak buruk lainnya yang kemungkinan dapat terjadi misalnya penurunan kualitas air di sekitar daerah industri, semakin terancamnya kesehatan masyarakat karena terpapar radiasi ataupun bahan-bahan kimia, menyempitnya lahan hijau seperti hutan, pertanian, dll karena digunakan untuk kepentingan ekonomi ataupun teknologi, juga berbagai polusi seperti polusi udara, polusi suara, dan lainnya.
Dalam bidang sosiologi, perkembangan di masa yang akan datang dapat membuat manusia menjadi semakin individualistis karena semakin meningkatnya jiwa kemandirian, rasionalitas, dan etos kerja yang dimilikinya. Keinginan manusia untuk saling bersosialisasi, bekerja sama, dan bergotong-royong akan semakin berkurang karena lebih mengutamakan efisiensi, kinerja, dan produktifitas masing-masing. Masyarakat cenderung mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan yang ada. Hal ini juga tentunya akan berpengaruh kepada lingkungan hidup, dimana karena semakin meningkatnya rasa egosentrisme yang dimiliki membuat manusia hanya akan peduli terhadap kehidupannya sendiri dan seringkali lupa akan keseimbangan lingkungan hidup. Teknologi juga akan terus berkembang dan semakin canggih di masa yang akan datang. Terciptanya teknologi-teknologi yang baru menyebabkan semakin meningkatnya sampah elektronik (e-waste/ electronic waste) yang juga dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Meskipun adanya kemungkinan-kemungkinan negatif yang terjadi di masa yang akan datang di planet bumi ini, saat ini sudah ada segelintir orang yang cukup menyadari akan pentingnya menjaga keseimbangan bumi. Hal ini dapat dilihat dari adanya perkembangan teknologi yang canggih dan ramah lingkungan serta semakin berkembangnya desain bangunan dan tata kota yang dapat menghemat sumber energi, mengatasi keterbatasan ruang, sumber air, juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat modern di masa yang akan datang
Melalui karya ini, masalah yang ingin saya selesaikan yaitu masalah yang terkait dengan kehidupan manusia penggunanya dan kelestarian lingkungan hidup. Interior ruang yang dirancang diharapkan dapat menjadi solusi yang inovatif untuk menjawab kebutuhan dan kebiasaan pengguna. Desain yang dirancang tentunya juga diharapkan dapat tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup. Pada aspek material misalnya, penekanan utama dalam memilih material pada desain yaitu material yang ramah lingkungan, tidak berbahaya bagi kesehatan pengguna, tahan lama dan juga penggunaan ataupun maintenance yang mudah. Selain itu dalam aspek penggunaan energi, pada proses perancangan, potensi dari kondisi existing (misalnya orientasi matahari, arah angin, dan lainnya) juga sangat dipertimbangkan. Pemanfaatan potensi dari existing ini yang menjadi panduan pada proses pengaturan organisasi ruang dan juga mempengaruhi desain bukaan (ukuran, jumlah, dan arah) untuk memanfaatkan energi baik pencahayaan dan penghawaan alami. Dari segi penanganan limbah, salah satu aspek yang ditekankan dalam desain yaitu replace (usaha mengurangi pencemaran lingkungan dengan menggunakan material yang ramah lingkungan) dan juga reduce (usaha mengurangi pencemaran lingkungan untuk meminimalkan produksi sampah). Hal ini dapat dilihat dari desain dihasilkan (misalnya pada perabot dan juga elemen interior) yang bersifat multifungsi, adjustable dan inovatif. Contoh penerapannya yaitu dengan menghasilkan media mural (berupa semacam partisi yang adjustable dan multifungsi) sehingga dapat menghemat penggunaan kertas yang seringkali digunakan sebagai media untuk berlatih menggambar mural.
Menurut saya, sangat penting bagi para desainer untuk menghasilkan desain yang inovatif, sustainable, dan ramah lingkungan di kehidupan yang akan datang. Salah satu pertimbangan penting selain penggunaan material yang sustainable dan ramah lingkungan yaitu untuk menghasilkan desain dimasa yang akan datang yaitu dengan mempertimbangkan manusia pengguna dalam proses perancangan (Human Centered Design). Melalui pertimbangan ini, desainer akan menghasilkan karya yang terinspirasi dari perilaku, kebiasaan, dan segi emosional juga karakter dari penggunanya. Desainer tentunya akan mencari solusi inovatif yang mampu menjawab kebutuhan dan masalah yang dimiliki oleh pengguna. Dengan kedua pertimbangan tersebut, desain yang dihasilkan merupakan desain yang sustainable terhadap penggunanya dan juga lingkungan hidup



