Tutwuri.id – Alumni Prodi Arsitektur Universitas Kristen (UK) Petra, Daniel, memiliki desain untuk mengubah pemukiman horizontal para nelayan di Kejawan Lor, Kenjeran, Surabaya, menjadi pemukiman vertikal. Pengubahan ini tetap mempertahankan kebiasaan hidup nelayan dan pengolahan ikannya.
“Kejawan Lor Stacked Fisherman Kampoeng @Kenjeran.” Itulah desain yang ditawarkan oleh Daniel. Karya tersebut kemudian diikutkan ajang Asia Young Designer Award (AYDA) pada 1 Februari 2019 yang lalu. AYDA merupakan kompetisi desain bergengsi tingkat Asia yang diselenggarakan Nippon Paint.
Mengambil tema Forward-Challenging Design Boundaries, desain bangunan yang dirancang harus mampu meningkatkan kualitas hidup, peka terhadap isu sosial dan mengembangkan masyarakat sekitarnya.
Usaha Daniel tak sia-sia. Idenya itu memperoleh Gold Award dan berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp. 20.000.000 serta kesempatan magang dan mendapatkan pelatihan.
“Saya kaget saat pengumuman dinyatakan sebagai pemenang, apalagi awalnya saya ragu-ragu untuk ikut perlombaan karena saya akan melanjutkan kuliah S2 di Taiwan pada saat pendaftaran lombanya,” katanya melalui rilis yang diterima tutwuri.id, Senin (04/02/2019).
Awalnya Daniel harus mengirimkan Presentation Board berukuran A2 dengan beberapa kriteria. Di antaranya wajib menampilkan foto lokasi atau bangunan saat ini lengkap dengan penjelasan proyek/pernyataan desain tanpa mencantumkan asal universitas untuk menjaga objektivitas penilaian.
Dari sekitar 500 karya anak bangsa yang mengikuti kompetisi, karya Daniel masuk dalam 6 finalis untuk kategori Arsitektur. Daniel harus bersaing dengan anak muda lainnya yang berasal dari empat universitas yang ada di Indonesia.
“Sangat nervous saat presentasi hasil akhir. Saya harus presentasi di hadapan delapan juri menggunakan Bahasa Inggris,” ujar Daniel yang kini menetap di Taiwan untuk menyelesaikan Master of Architecturenya.
Maret 2019 mendatang Daniel akan bersaing dengan 14 negara di Asia (Bangladesh, Cina, Filipina, Hong Kong, India, Iran, Jepang, Malaysia, Pakistan, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand dan Vietnam) untuk memperebutkan Asia Young Designer of The Year Award dan beasiswa senilai USD 10,000 di Havard Graduate School of Design. (rls/dwi)

