Anita Carolina Chandra - Desain Interior

BUDDHIST MONESTERY & RETREAT CENTER: Humble, Religious & Spacious Learning Place

Nama : Anita Carolina Chandra
Universitas : Institut Teknologi Bandung
Jurusan : Desain Interior
Tema : BUDDHIST MONESTERY & RETREAT CENTER: Humble, Religious & Spacious Learning Place
Penghargaan : Honorary Mention, 2017
Kategori : Desain Interior

Project Description

1. Mengapa “You for Tomorrow” penting bagi Anda?

“You for Tomorrow” penting karena kita dipersiapkan untuk merancang masa depan dan menyediakan fasilitas yang diperlukan. Disini, saya mendesain sebuah tempat ibadah bagi praktisi buddhis, dimana pada masa depan masyarakat buddhis lebih mendekatkan diri dengan spiritualitas. Di masa mendatang masyarakat akan mencari tempat naungan batin dari tantangan ekonomi, politik, dan sosial yang terjadi. Hal-hal tersebut dianggap tidak menarik dan masyarakat akan memprioritaskan kedamaian batin mereka.

Sarana ini memberikan tempat bagi mereka yang mau menarik diri sejenak dari hiruk pikuk pekerjaan di perkotaan dan mengisi diri mereka dengan kegiatan yang jarang bisa dilakukan ketika sedang sibuk, yaitu mengembangkan batin.

Konsep perancangan saya yaitu menggabungkan lingkungan sekitar dengan interior agar tercipta suasana yang menenangkan batin, jiwa, dan raga.

Dengan demikian, dalam masyarakat buddhis ini akan tercipta sebuah suasana lingkungan yang damai.

2. Bagaimana Anda membayangkan keadaan ekologi, sosiologi, dan teknologi planet di masa depan?

Secara ekologi, keadaan fasilitas ini menggabungkan alam dengan interior, adanya interaksi ini dapat memberikan manfaat secara psikologi agar lebih tenang dan membuat masyarakat buddhis sadar dengan lingkungan sekitar.

Dari sisi sosiologi, orang buddhis yang berada disini akan cenderung tenang karena mereka berpraktik dan belajar, elaborasi ini membuat mereka lebih sadar terhadap fenomena dunia yang sangat beragam, membuat mereka dapat menarik diri dan memberi ruang kepada batin mereka agar tidak terdistraksi. Keadaan sekitar disini juga difasilitasi dengan baik untuk menunjang perkembangan spiritual mereka, sehingga satu sama lain akan tercipta interaksi yang baik.

Sedangkan dari sisi teknologi masa depan, fasilitas ini bisa direalisasi karena menggunakan metode yang sederhana. Bagi umat buddhis yang berada disini, mereka memiliki tujuan untuk fokus belajar terhadap dirinya sendiri.

3. Menurut pandangan Anda mengenai masa depan, masalah apakah yang ingin Anda selesaikan atau hal apakah yang menguntungkan komunitas masyarakat sekitarnya melalui konsep Anda?

Masalah yang ditemui masyarakat buddhis adalah tidak terdapat tempat yang cocok untuk berlatih spiritual, dimana proses berlatih ini akan lebih baik jika ditunjang dengan lingkungan yang asri dan jauh dari pusat kota. Di masa depan, segala tren dan modernisasi akan dianggap bosan, manusia akan lebih sadar dan memprioritaskan diri dengan memperhatikan batin, yaitu mendekatkan diri dengan kepercayaannya masing-masing.

Dengan adanya fasilitas ini, dapat memberikan wadah bagi masyarakat buddhis yang ingin me-recharge batin dan berlatih spiritual.

4. Apakah pengaruh desain Anda terhadap lingkungan? Berdasarkan konsep, material, pemeliharaan, penggunaan energi, air, dan penanganan limbah Anda?

Konsep saya menerapkan pengaplikasian material yang sederhana, sehingga tercipta kesan yang humble.

Untuk materialnya sendiri, karena arsitekturnya menerapkan bangunan joglo, maka saya menggunakan kayu lokal agar nilai tradisional dan ekologis terjaga. Pemeliharaannya sendiri juga mudah karena bentuk furnitur didesain sederhana. Dan fasilitas ini banyak memanfaatkan pencahayaan alami, adapun lampu yang digunakan menggunakan lampu hemat energi.

5. Menurut Anda, satu komponen utama apakah yang harus ada di seluruh desain yang diperuntukkan bagi masa depan?

Komponen yang harus ada di seluruh desain untuk masa depan adalah ide yang dapat menjawab persoalan pada satu kelompok masyarakat, ide tersebut dikaji agar bisa direalisai dan hasilnya tersebut dapat memberikan kenyamanan bagi pengguna.

6. Seperti apakah metode riset Anda?

Melakukan metode riset pencarian data dan wawancara langsung dengan pihak terkait.

7. Siapakah sumber informasi utama Anda selama riset?

Sumber informasi saya adalah sebuah yayasan buddhis di Bandung yang tengah merancang sebuah biara buddhis di Jawa Timur

8. Pertanyaan-pertanyaan apakah yang Anda pertimbangkan selama riset?

Saya mempertimbangkan perilaku-perilaku apa saja yang membedakan bhiksu dan umat buddhis, kepentingan dan kegiatan apa saja yang dilaksanakan dalam biara tersebut, dan tujuan utama kenapa fasilitas tersebut penting. Pemilihan lokasi proyek ini juga diperhatikan karena sebuah pusat retreat membutuhkan suasana yang nyaman,fasilitas ini terletak di perbukitan di Desa Seumberoto, Jawa Timur yang asri dan jauh dari perkotaan.

9. Apakah metode riset yang digunakan kuat?

Kuat, karena selain melakukan wawancara dengan yayasan buddhis, saya juga membandingkan dengan beberapa fasilitas ibadah lain untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

10. Apa sajakah yang Anda pelajari dari hasil penemuan Anda?

Saya mempelajari bahwa sebuah pusat ibadah yang baik tidak hanya mempertimbangkan interior saja, namun juga mempertimbangkan suasana sekitar dan bagaimana cara mengkondisikan tempat tersebut menjadi fasilitas yang meneduhkan hati dan baik sebagai tempat mengembangkan batin.

Presentation Board