Project Description
Sejatinya Indonesia merupakan negara agraris dimana pertanian menjadi unsur penting dalam kehidupan masyarakatnya. Namun seiring dengan arus modernisasi, kini kegiatan petanian perlahan mulai terpinggirkan. berbanding terbalik dengan jumlah penduduk yang justru kian bertambah. Selain produktifitas pertanian, Kesadaran masyarakat akan isu pangan juga tidak kalah penting untuk mulai ditingkatkan. Untuk itu diperlukan sebuah wahana yang dapat mendekatkan kembali masyarakat kota dengan pertanian sekaligus memberi kontribusi terhadap produksi pangan nasional.
Gagasan awal dari proyek ini adalah mendekatkan kembali masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat perkotaan dengan budaya agraris agar kepedulian terhadap petani dan kesadaran akan isu pangan lokal dapat meningkat. Dengan pertimbangan segmen pengunjung yang lebih luas dan kontribusinya terhadap ketersediaan pangan lokal maka dipilihlah tipologi Agricultural Park dimana didalamnya terdapat berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern seperti edukasi, rekreasi, komersial, serta fasilitas pertanian itu sendiri.
Site yang dipilih merupakan bekas bangunan kampus yang runtuh akibat gempa dan kini terbengkalai. daerah yang dulunya ramai akan kegiatan perkampusan tersebut kini sepi aktifitas masyarakat dan kegiatan ekonomi. Oleh karena itu, selain berkontribusi dalam memperbaiki kondisi lingkungan perkotaan, Agricultural Park tersebut juga diharapkan dapat menjadi generator aktifitas dan ekonomi masyarkat sekitar site yang tengah lesu
Tetak sitenya yang berada di daerah kota membuatnya harus berhadapan dengan permasalahan – permasalahan seperti keterbatasan lahan, irigasi, serta perbedaan karakteristik antara desa dan kota yang perlu untuk diperhatikan. Maka dari itu digunakan teori eksperimental pragmatis guna mendapatkan desain maupun solusi yang sifatnanya non konvensional namun tetap rasional dan menjawab permasalahan.
Konsep yang diangkat adalah Pixellate Farm. dimana lahan pertanian ditransformasikan sebagai sekumpulan pixel yang masing-masing dapat diatur baik jenis tanaman maupun fungsi bangunannya. Selain lebih menarik pengunjung, desain ini juga lebih fleksibel terhadap perubahan dan pengembangan. Selain terkait petanaan bangunan dan desain lansekap pertanian, eksperimentasi lain juga coba dilakuakan dengan mengkolaborasikan desain dengan teknologi informasi khususnya aplikasi smartphone yang menjadi salah satu karakteristik masyarakat modern.




