Rionaldi Gunari - Arsitektur

AN ALLEGORY OF SPACE

Nama : Rionaldi Gunari
Universitas : Universitas Katolik Parahyangan
Jurusan : Arsitektur
Tema : AN ALLEGORY OF SPACE
Penghargaan : Honorary Mention, 2018
Kategori : Arsitektur

Project Description

KONTEN

Arsitektur sebagai sebuah ilmu tidak pernah lepas dari elemen fisik spasial, yang selalu berhubungan dengan pemenuhan hasrat dan keinginan manusia, sebagai sebuah penanda kehandalan sebuah peradaban. Mempertanyakan batas berarti mencari batas keilmuan yang bersifat praktis-empiris ini.

Dewasa ini, arsitektur terjebak pada sebuah lingkup terbatas, mengkreasi suatu bentuk dan ruang dengan banyak pendekatan yang dicampur adukkan. Atau bahkan, terlena menyelesaikan masalah diluar ranah ilmu arsitektur, mengakibatkan proses menantang batas menjadi sulit dimengerti, tidak terarah.

Menantang batas berarti mempertanyakan kembali batas- batas keilmuan arsitektur, sejauh mana arsitektur dan entitas-nya dapat diaktualisasikan. Perlu dipahami bahwa menantang batas dalam suatu keilmuan berarti memahami lingkup batasan keilmuan itu sendiri.

Terang- gelap, luar- dalam, publik- privat, terbuka- tertutup merupakan sedikit dari berbagai dikotomi artikulasi fisik spasial. Pemaknaan mendalam dalam menjadi suatu proses dialektis menimbulkan memori kolektif progresif, dan mudah dimengerti gagasan dan batasannya. Konsep primitive hut Laugier dan Durand dalam buku On Adam’s House in Paradise Rykwert memperlihatkan dikotomi ruang fisik spasial terbentuk, tektonik, atau sterotomik (terraform)

KONTEKS

Kota- kota besar di Indonesia mengalami degradasi kualitas fisik spasial, terutama pada ruang- ruang
yang dimiliki bersama. Fenomena ini menjadi pintu masuk bagaimana arsitektur bersikap, mengagas entitas fisik spasial baru yang mampu memberikan memori baru kepada penghuni kota.

Bandung sebagai sebuah kota, memiliki lapisan sejarah yang panjang, membentuk dan menanamkan
memori kolektif kota yang kuat pada penduduknya.

Memori kolektif menjadi sebuah ruh yang tak ternilai dari sebuah kota, yang perlu dijaga dan
diaktualisasikan. Perubahan kota dan warganya yang progresif dan disruptif perlu ditopang dengan
ruang fisik spasial kota yang bersifat progresif dan resilience

Tapak berada pada bagian hutan kota, yang penghubung dari berbagai fungsi pendidikan, hunian dan sarana olahraga. Sebagai sebuah usaha aktualisasi fisik spasial kota Bandung, sebuah pembaharuan memori kolektif kota, sekaligus menampung aktivitas warga kota yang progresif dan disruptif.

PREMIS

Lalu, mampukan arsitektur mencapai satu singularitas dalam artikulasi fisik spasialnya, menunjukan kesederhanaan dan mudah di pahami? Elemen fisik spasial paling mendasar dalam arsitektur perlu ditemukan dan disarikan.

Bangunan merupakan sebuah alegori dari sebuah gagasan sederharna, mendasar(origin) sebuah pernauangan. Pernauangan adalah hal mendasar dari entitas fisik spasial dalam arsitektur. Merupakan fungsi paling utama dan terutama dalam sebuah arsitektur.

Arsitektur perlu bersifat plastis, mampu mengikuti masyarakat yang progres. Bangunan sebagai alegori arsitektur, merepresentasikan sifat plastis ini dengan bahasa stereotomik, terraform architecture, risen from the earth dan tektonik, assembled by human), yang saling bertautan menghaburkan batas.

Epilog : Arsitektur Masa Depan, Masa Depan Arsitektur

Arsitektur merupakan entitas fisik spasial, yang terus bertransformasi. Proyek ini mengeksplorasi ruang stereotomik dan tektonik,dimana produk artikulasi ruang mudah dipahami. Perlu diingat bahwa proses dialektis bersifat menerus, menantang batas, untuk terus berinovasi dan beraktualisasi.

Presentation Board