Sharfina Handiningtyas - Arsitektur

AUR COMMUNITY CENTER: Komunitas Pengelola Limbah Plastik Kampung Aur

Nama : Sharfina Handiningtyas
Universitas : Universitas Sumatera Utara
Jurusan : Arsitektur
Tema : AUR COMMUNITY CENTER: Komunitas Pengelola Limbah Plastik Kampung Aur
Penghargaan : Honorary Mention, 2017
Kategori : Arsitektur

Project Description

Lokasi ini dikelilingi oleh salah satu sungai terbesar di kota Medan; sungai Deli, di mana lokasi ini merupakan bagian dari sebuah permukiman kumuh bernama Kampung Aur. Kondisi tapak yang seperti ini sangat memungkinkan untuk diciptakan sebuah desain yang efektif. Namun, tapak ini malah terabaikan potensinya sehingga tidak berfungsi dengan baik. Beberapa rumah yang dibangun terletak melewati garis sepadan sungai (GSS). Kondisi pinggiran sungainya pun memprihatinkan karena dipenuhi oleh sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh warga yang tinggal disekitarnya.

Selain itu, warga di Kampung Aur tidak memiliki tempat untuk berkumpul, baik itu untuk sekadar bersosialisasi dengan tetangga, mengadakan acara, atau kegiatan-kegiatan lainnya yang bermanfaat. Belum lagi masalah banjir yang kerap terjadi jika musim penghujan datang akibat resapan yang kurang baik dan sampah-sampah yang dibuang sembarangan oleh warga sekitar. Kenyamanan pun tidak bisa didapati dengan mudah di lingungan ini.

Padahal, sungai deli merupakan sebuah anugerah dari Tuhan yang akan sangat bermanfaat jika dikelola dengan baik. Pun juga sampah-sampah yang berserakan di sekitar sungai, khususnya sampah plastk, juga memiliki manfaat jika warga pandai mengolahnya.

Untuk itu, lewat berbagai masalah tersebut saya membuat suatu kesimpulan; bahwa warga Kampung Aur membutuhkan sebuah tempat di mana tempat itu dapat menampung segala kebutuhan mereka, yaitu sebagai tempat tinggal, ruang berkumpul, dan yang paling penting adalah ruang yang dapat menyalurkan kegiatan-kegiatan yang dapat mengembangkan potensi yang dimiliki oleh lingkungan mereka sendiri. Potensi itu sendiri dapat ditemukan dari sampah-sampah plastik di pinggir sungai yang dapat diolah dengan berbagai cara sehingga dapat menghasilkan suatu produk yang dapat dijual oleh warga dan menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka. Untuk itu saya menamakan proyek ini sebagai ‘Aur Community Center: Komunitas Pengelola Limbah Plastik Kampung Aur’.

Komunitas di Kampung Aur ini merupakan wadah kreativitas warga dalam membangun kemampuan dagang dan seni. Di sini disediakan berbagai fasilitas pendukung untuk mendaur ulang sampah-sampah plastic yang mengotori sungai Deli. Di antaranya adalah fasilitas dalam mengelola sampah plastik menjadi biji plastik yang kemudian diolah lagi menjadi produk plastik baru, dan kemudian disediakan juga beberapa ‘ruang’ untuk mengelola sampah plastik menjadi beraneka macam kerajinan tangan.

Ruang terbuka juga disediakan sehingga dapat menjadi pusat warga setempat untuk berkreasi dan berkumpul. Di antaranya adalah ruang bermain bagi anak-anak, jogging track, tempat memancing, bercengkrama, dan tempat diadakannya acara-acara tertentu.

Komunitas ini juga didesian dengan menggunakan konsep bangunan ramah lingkungan, di mana konsep-konsep itu—mau sesederhana apapun rupanya—ditonjolkan pada desain bangunan itu sendiri agar dapat menjadi kiblat bagi warga dalam membangun kampungnya. Warga secara perlahan diperkenalkan dengan konsep ramah lingkungan tersebut lewat visual bangunan hingga mereka sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar mereka yang kaya. Dan pada akhirnya mereka juga diharapkan untuk menerapkan konsep-konsep tersebut ke dalam lingkungannya dan meneruskan sifat cinta alam itu ke generasi-generasi yang selanjutnya.

Presentation Board