Wilson Wingso - Desain Interior

INSECTARIUM: Museum of Insect

Nama : Wilson Wingso
Universitas : Universitas Bina Nusantara
Jurusan : Desain Interior
Tema : INSECTARIUM: Museum of Insect
Penghargaan : Bronze Award, 2017
Kategori : Desain Interior

Project Description

Proses Desain

1. Mengapa “You for Tommorow” penting bagi anda?

Karena mencerminkan suatu rancangan yang mampu mengantisipasi kedepannya. Dengan intervensi masa depan seharusnya tidak hanya memungkinkan fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi, tetapi juga merangsangnya. Kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan, penggunaan, kebutuhan penghuni, dan teknologi masa depan sangat penting untuk masa depan.

2. Bagaimana anda membayangkan keadaan ekologi, sosiologi, dan teknologi planet kita di masa depan?

  • Pada ekologi, hubungan keterkaitan dan ketergantungan antara seluruh komponen(hewan, tumbuhan, lingkungan dan manusia) harus dipertahankan agar tetap seimbang seiring dengan perubahan populasi atau spesies pada waktu yang berbeda dalam faktor-faktor yang menyebabkannya.
  • Sosiologi melalui mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Selain itu diperhatikan juga aspek kepentingan masyarakat, dan budaya yang ada didalamnya agar mampu membayangkan masa depan yang akan datang ke dalam suatu ruang.
  • Teknologi dengan memerhatikan keseluruhan sarana yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Diharapkan dengan adanya teknologi ini meningkatkan efisiensi namun tidak merusak lingkungan dengan penerapan teknologi ramah lingkungan. Teknologi juga dapat merakayasakan hal yang tidak dapat dijelaskan secara verbal maupun tulisan sehingga mampu menambah pengetahuan masyarakat dan memberikan langkah yang cermat dan cepat dalam menangani lingkungan yang ada.

3. Menurut pandangan anda mengenai masa depan, masalah apakah yang ingin anda selesaikan atau hal apakah yang menguntungkan komunitas masyarakat disekitarnya melalui konsep desain anda?

Diharapkan masyarakat baik kalangan dari Pendidikan, organisasi tertentu dan masyarakat umum dapat menambah pengetahuan yang akan dapat digunakan dalam melestarikan lingkungan, menanamkan kesadaran kepedulian lingkungan, mencintai keindahan alam sekitar dan bangga, meningkatkan perekonomian dengan menarik wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal untuk berkunjung ke Indonesia sehingga mengurangi kesenjangan sosial.

4. Apakah pengaruh desain anda terhadap lingkungan? Berdasarkan konsep, material, pemeliharaan, penggunaan energi, dan penanganan limbah anda.

Pengaruhnya yaitu meminimalkan dampak kenaikan suhu global di masa depan dan meningkatnya biaya energi. Diharapkan desian yang dibuat dapat menolak dampak perubahan iklim yang potensial akibat pemanasan global berdasarkan konsep yang diterapkan berupa reuse, recycle, reduce dan responsible. Dengan konsep yang diusung berupa segment of habitat dimana mengambil inspirasi dari lingkungan sekitar yaitu hutan hujan tropis diharapkan dapat menyatu dengan lingkungan dan tidak mencemari lingkungan karena bahan yang digunakan dapat ditemukan di sekitar Indonesia.

Konsep material yang diusung adalah eco materials dimana material yang digunakan merupakan barang daur ulang yang low impact seperti penggunaan kayu bekas dalam pembuatan furniture, pemanfaatan limbah sabut kelapa untuk dijadikan panel dinding, dan lainnya. Material yang dipilih juga mempertimbangkan sisi kesehatan pengguna dalam museum tersebut. Selain itu, diaplikasikan reduce dengan menggunakan material yang tahan lama dan dapat digunakan lagi di masa depan apabila bangunan direnovasi maupun dialihfungsikan. Material yang digunakan juga material ramah lingkungan yang dapat didaur ulang seperti batu alam yang memiliki ketahanan lama, semen, kayu lokal, aluminium dan kaca. Reuse diterapkan melalui penggunaan material bangunan yang ada sebelumnya seperti menggunakan kembali material kayu furniture dan rangka besi yang ada sebelumnya pada bangunan museum penerangan ini. Diterapkan juga responsible dimana pengunjung diedukasi untuk budidaya serangga, melestarikan lingkungan dan pengawetan serangga lewat informasi yang disampaikan pada museum. Disediakan juga area cafetaria pada museum serangga yang mengolah serangga menjadi makanan sehingga menumbuhkan minat masyarakat akan makanan serangga.

Perancangan museum serangga menitikberatkan pada aspek ecodesign dengan desain yang fungsional. Dimana area display tidak hanya sebagai area koleksi saja namun juga sebagai pemanfaatan vegetasi area hijau berupa penanaman tanaman indoor dan outdoor sesuai dengan lingkungan tropis di Indonesia. Diterapkan juga efisiensi energi dengan menciptakan bukaan untuk penghawaan dan pencahayaan alami lewat bukaan jendela dan skylight. Museum juga menggunakan appliance hemat energi seperti sensor switch dimana lampu akan mati ketika tidak ada orang sehingga dapat mengurangi pemakaian konsumsi energi berlebihan. Aspek water conservation diperhatikan melalui area plant habitat yang terdapat roof garden dengan skylight. Skylight dibuat dengan penutup setengah kaca dan setengah net sehingga air tetap bisa masuk namun dengan intentitas sedang dan dialirkan melalui floor drain yang selanjutnya disalurkan ke dalam penampungan untuk dapat digunakan kembali pada irigasi tanaman dan menyiram kotoran. Pada tanaman mati dimanfaatkan biomass sehingga sumber energi yang tercipta dari bahan organik dapat digunakan.

5. Menurut anda, suatu komponen utama apakah yang harus ada di seluruh desain yang diperuntukkan bagi masa depan?

Komponen utama adalah eco design karena issue lingkungan sekarang sudah marak dan harus ditindaklanjuti secara cepat agar di masa depan dapat mengurangi dampak pemanasan global dan peningkatan emisi CO² serta masyarakat, infrastruktur dan ekonomi akan disesuaikan dengan dampak residu perubahan iklim

Proses Penelitian Anda

1. Seperti apakah metode riset anda?

Metode riset yang digunakan adalah observasi, wawancara dan survei.
2. Siapakah sumber informasi utama anda selama riset?

Sumber utama informasi antara sumber primer berupa laporan penelitian dan thesis, sumber sekunder antara lain buku dan jurnal, dan sumber tersier berupa abstrak dan ensiklopedia. Selain itu juga didapatkan dari wawancara dengan pihak terkait museum.

3. Pertanyaan-pertanyaan apakah yang anda pertimbangkan selama riset?

  • Bagaimana merancang sebuah interior Museum Serangga agar dapat memaksimalkan setiap fasilitas yang ada sehingga menunjang kegiatan pendidikan?
  • Bagaimana cara merancang interior Museum Serangga agar pengunjung mendapatkan informasi secara jelas terhadap informasi yang diberikan?
  • Bagaimana membuat konsep rancangan interior Museum Serangga agar dapat memenuhi misi konservasi lingkungan dan hiburan dengan penerapan elemen interior?
  • Bagaimana cara merancang interior yang mendukung koleksi serangga awetan dan hidup untuk di display pada Museum Serangga?

 

  1. Apakah metode riset yang digunakan kuat?

Cukup kuat karena didasarkan dari berbagai sumber informasi yang kemudian diverifikasi kebenarannya.

 

  1. Apa sajakah yang anda pelajari dari hasil penemuan anda?

Dari hasil penemuan ditemukan bahwa dalam perancangan harus dipertimbangkan pada berbagai aspek seperti analisa data yang dikumpulkan, analisa ruang, studi bangunan, studi pola aktivitas, studi fasiltias ruang, dan studi permasalahan interior. Kemudian misi konservasi lingkungan yang dipenuhi melalui penggunaan material yang ramah bagi lingkungan dengan mempertimbangkan juga sisi kesehatan bagi manusia, penghematan energi dengan memaksimalkan penghawaan alami melalui bukaan jendela dan pengaturan arah aliran buangan angin sehingga tersebar rata dalam ruang, penggunaan AC hemat energi split duct, penggunaan lampu hemat energi, pengunaan konstruksi dinding kaca agar dapat meneruskan cahaya, dan lainnya.

Presentation Board