Daniel - Arsitektur

Kampung Tumpuk Nelayan Kejawan Lor di Kenjeran

Nama : Daniel
Universitas : Universitas Kristen Petra
Jurusan : Arsitektur
Tema : Kampung Tumpuk Nelayan Kejawan Lor di Kenjeran
Penghargaan : Gold Award, 2018
Kategori : Arsitektur

Project Description

Apa inspirasi dibalik perancangan karya ini?
Inspirasi karya diambil dari perbedaan tajam antara kondisi kampung nelayan yang mulai terpinggirkan dan mengalami penurunan kualitas, khususnya di kampung Kejawan Lor di Kenjeran, yang kontras dengan rencana pengembangan kawasan Kenjeran sebagai pusat pariwisata dengan fasilitas dan gedung-gedung komersial tinggi.

Bagaimana cara desain Anda bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya?
Desain ini dapat menjadi solusi baru bagi permasalahan permukiman di Kejawan Lor, Kenjeran, dan juga sekaligus bagi pengunjung fasilitas eduwisata untuk menambah pengetahuan mengenai kelautan dan pengolahan ikan terutama di Kenjeran.

Apa konsep dan gaya desain Anda?
Konsep yang diusulkan menggunakan pendekatan vernakular modern yang berusaha memasukkan kebiasaan hidup penduduk permukiman horizontal eksisting ke dalam permukiman vertikal baru, dimana penduduk spesifiknya adalah para nelayan dan pengolah ikan dengan teknik asap.

Apa alasan dibalik pemilihan warna dan skema warna Anda?
Pemilihan warna yang digunakan untuk kondisi awal bangunan menggunakan komposisi warna Split- Komplementer dari hijau yang didapatkan dari penghijauan tumbuhan, yaitu red-orange dan red-violet. Warna ini diambil karena terinspirasi dari warna-warna material vernakular kampung eksisting, seperti batu bata dan genteng tanah liat. Material ekspos dengan recoatable finish juga digunakan di bagian luar bangunan untuk memberi peluang pada tiap unit di bagian dalam untuk diwarna sesuai kemauan pemilik di kemudian hari, sedangkan warna aksen digunakan sebagai warna penegas (pada area-area umum yang bisa ditetapkan warnanya), sekaligus sebagai pengarah dan wayfinding bagi area eduwisata.

Apa pendekatan ramah lingkungan dalam hal konsep desain, material, perawatan, penggunaan energi, air, pengaturan sampah, dll?
Pendekatan ramah lingkungan pada desain berfokus pada penghawaan dan pencahayaan alami dengan strategi pengaturan massanya. Selain itu, juga disediakan fasilitas seperti shaft sampah, area pengumpul dan pengolah sampah di tiap ujung gang, sehingga mempermudah daur ulang produk sisa olahan ikan tersebut seperti contohnya untuk pakan unggas peliharaan. Selain itu diterapkan juga konsep minimum footprint, dengan luasan permukaan yang dapat meresap air sampai dengan 44.5%.

Apa dan siapa yang mempengaruhi desain Anda?
Yang menjadi dasar pemikiran adalah kondisi dan kebiasaan hidup kampung eksisting dan bagaimana dapat menyediakan bentuk permukiman vertikal baru yang dapat mengakomodasi kebiasaan tersebut. Telah dilakukan juga pengamatan atas rumah-rumah susun di Surabaya, tentang kebaikan dan kekurangannya untuk dapat menghasilkan bentuk permukiman baru yang lebih baik.

Bagaimana pendekatan Anda dalam meneliti isu ini?
Pendekatan yang diambil adalah pendekatan vernakular modern yang berusaha memasukkan kebiasaan hidup penduduk permukiman horizontal eksisting ke dalam permukiman vertikal baru, dimana penduduk spesifiknya adalah para nelayan dan pengolah ikan dengan teknik asap.

Siapa yang didekati untuk meneliti isu ini?
Selama meneliti proyek ini, pihak – pihak yang menjadi sumber informasi utama yaitu pengamatan langsung selama seminggu tentang kebiasaan hidup penduduk Kejawan Lor, studi preseden rumah-rumah susun di Surabaya seperti yang telah disebutkan sebelumnya, serta pengumpulan data-data lain melalui instansi instansi di antaranya Bappeko Surabaya, Dinas PU Cipta Karya, Kecamatan Kenjeran, Kelurahan Bulak, dan lain sebagainya.

Rangkaian pertanyaan yang ditanyakan saat melakukan penelitian ini?
Pertanyaan yang diajukan adalah mengenai kebiasaan hidup yang terjadi, aspek apa yang dibutuhkan untuk menciptakan tempat tinggal yang nyaman, serta rencana dan peraturan mengenai lahan site.

Apakah metode penelitian yang digunakan?
Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan pengamatan langsung di site, studi preseden secara langsung dan studi literatur. Data- data yang didapatkan selanjutnya diolah dan disusun sedemikan rupa untuk mengetahui masalah desain dan konsep desain sebagai penyelesaiannya.

Penemuan apa saja yang didapatkan dari penelitian?
Pentingnya gang dalam kampung yang merupakan tempat aktivitas utama dan nadi dari sebuah kampung yang tidak dapat ditemukan di rusun konvensional, Aksesibilitas sepeda, motor, dan gerobak cukup diperlukan di sebuah kampung untuk mempermudah kegiatan sehari-hari dan kegiatan niaga mereka. Selain itu juga terdapat kebutuhan sarana pengolahan ikan asap dan transportasi barang vertikal yang terjangkau di setiap gang dan lantai pada permukiman vertikal baru.

Presentation Board