Project Description
Pernyataan Konsep Desain
Museum of Parking : “ Proparkganda”
Latar Belakang
Moda transportasi pribadi masih menjadi pilihan utama dalam mengakomodasi mobilitas masyarakat di Indonesia. Pertumbuhan jumlah penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia pada setiap tahun memicu permasalahan kelangkaan ruang parkir di perkotaan. Pembangunan ruang parkir dalam wujud struktur parkir atau gedung parkir dipandang menjadi solusi yang tepat untuk memecahkan masalah ini. Namun, menambah kapasitas ruang parkir kota hanya dapat bertahan sementara karena jumlah kendaraan yang terus bertambah. Selain itu, dari memproyeksikan arah perkembangan transportasi di perkotaan, membangun ruang parkir dengan kapasitas yang banyak merupakan hal yang tidak relevan dengan trasportasi di masa mendatang. Meskipun begitu, faktanya saat ini kita masih membutuhkan keberadaan struktur parkir fungsional di perkotaan.
Pembangunan ruang parkir di perkotaan perlu memperhatikan aspek keberlanjutan (sustainability) agar keberadaan ruang parkir dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk memecahkan permasalahan transportasi perkotaan. Selain itu, ruang parkir perlu disiapkan untuk dapat berubah dan menyesuaikan diri dengan kondisi transportasi perkotaan di masa mendatang, sehingga dapat tetap bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup di perkotaan.
Perancangan yang dituju adalah ruang parkir yang berkelanjutan (sustainable) dan evolusioner. Dengan pendekatan Hedonistic Sustainability, rancangan dapat menjawab permasalahan ruang parkir saat ini dan di masa mendatang dengan cara yang berkelanjutan, menyenangkan sehingga mudah diterima oleh masyarakat.
Proparkganda adalah akronim dua poin penting dalam konsep desain yaitu pro-park dan propaganda. Pro-park dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan ruang publik (reinventing park) dan propaganda dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi ruang parkir dengan cara mengubah ruang parkir/ future-proofing parking (evolving parking). Dengan berkurangnya parkir dan kendaraan bermotor, diharapkan kota dapat berkembang lebih positif dalam berbagai bidang (sosial, lingkungan, budaya dan ekonomi).
|
NO. |
PERTANYAAN |
PERNYATAAN |
|
DESIGN PROCESS |
||
|
1. |
What is your future-proof design |
Konsep future-proofing dalam desain |
|
concept aiming to solve and how does it |
bukan sebuah konsep pasif yang akan |
|
|
benefit the communities and societies |
bekerja hanya saat kondisi di masa |
|
|
around it? |
mendatang/ yang diproyeksikan sudah |
|
|
terjadi. Konsep “Proparkganda” secara |
||
|
aktif akan memaksa pengurangan ruang |
||
|
parkir kendaraan melalui beberapa |
||
|
skema propaganda berfase. Diharapkan |
||
|
melalui desain yang dirancang, dapat |
||
|
mendongkrak perubahan transportasi |
||
|
dan ruang kota yang positif dan |
||
|
berkelanjutan. |
||
|
Dalam kaitannya dengan konteks lokasi, |
||
|
desain akan mempercepat visi kawasan |
||
|
Malioboro menjadi kawasan khusus |
||
|
pejalan kaki melalui pengurangan |
||
|
penggunaan kendaraan bermotor (efek |
||
|
propaganda pengurangan ruang parkir). |
||
|
Dalam fase pengembangan lanjutan, |
||
|
desain akan terintegrasi dengan |
||
|
transportasi massal, serta dapat menjadi |
||
|
katalisator pengembangan nodes |
||
|
potensial di sekitarnya (area cagar |
||
|
budaya dan perkampungan). |
||
|
2. |
How would you envision the ecological, |
Well-being of humanity dalam konteks |
|
sociological, and technological aspects |
perkotaan dapat diraih apabila ekosistem |
|
|
that may contribute to the well-being of |
perkotaan yang ditinggali menjadi ruang |
|
|
humanity? |
yang humanis. Kaitannya dengan ruang |
|
|
parkir dan kendaraan bermotor, ruang |
||
|
humanis yaitu ketika lebih banyak ruang |
||
|
untuk manusia daripada kendaraan |
||
|
bermotor, lebih banyak park daripada |
||
|
parkir. Park tentu akan banyak |
||
|
bersinggungan dengan aspek lingkungan |
||
|
dan sosial, bagaimana park menjadi |
||
|
ruang hijau dan ruang sosial bagi |
||
|
masyarakat. Terkait teknologi, melalui |
||
|
perkembangan teknologi transportasi, |
||
|
dapat diproyeksikan bahwa di masa |
||
|
mendatang, transportasi akan jauh lebih |
||
|
ramah lingkungan, dan mengutamakan |
||
|
transportasi massal, yang mana hal ini |
||
|
akan mendorong terwujudnya ruang kota |
||
|
yang lebih humanis pula. |
||
|
3. |
What is your design’s impact on the |
Secara umum, desain dapat berdampak |
|
environment based on its concept, |
pada lahirnya ekosistem kota yang lebih |
|
|
materials, maintenance, energy usage |
humanis (khususnya sektor transportasi). |
|
|
and water and waste management? |
Secara spesifik, desain berdampak pada |
|
|
pengurangan ruang parkir, pengurangan |
||
|
kendaraan bermotor, menambah ruang |
||
|
publik terbuka hijau. |
||
|
Material utama yang digunakan adalah |
||
|
baja yang memiliki fleksibilitas yang tinggi |
||
|
terkait penyesuaian terhadap fungsi |
||
|
mendatang (terkait prinsip future- |
||
|
proofing). Bangunan merupakan |
||
|
bangunan terbuka sehingga secara |
||
|
mudah mendapat pencahayaan dan |
||
|
penghawaan alami. Intervensi ruang hijau |
||
|
dalam bangunan berusaha |
||
|
mengoptimalkan penggunaan air hujan. |
||
|
4. |
In your opinion, what is the one key |
Secara substansial, hal paling penting |
|
component that must exist in the |
dalam future-proofing design yaitu adanya |
|
|
future-proof designs? |
visi yang bold tentang masa depan |
|
|
(terkait tapak, tipologi dan isu-isu yang |
||
|
memengaruhi objek rancangan). Visi ini |
||
|
lahir melalui studi mendalam yang |
||
|
bermuara pada spekulasi maupun |
||
|
proyeksi kondisi di masa mendatang. |
||
|
Dengan visi ini, desain yang dimunculkan |
||
|
akan memiliki keunggulan dalam aspek |
||
|
keberlanjutannya. |
||
|
RESEARCH PROCESS |
||
|
1. |
What was your research method like? |
Metode riset yaitu wawancara (ke |
|
perencana Kawasan Malioboro, dan |
||
|
masyarakat sekitar), literasi (terkait isu |
||
|
tapak, isu transportasi, prinsip future- |
||
|
proofing ruang parkir, studi kasus dan |
||
|
pendekatan yang digunakan), dan survey |
||
|
lapangan untuk mengetahui kondisi |
||
|
eksisting tapak perancangan. |
||
|
2. |
Who was your main source of |
Perencana Kawasan Malioboro |
|
information during your research? |
(pemenang Sayembara Penataan |
|
|
Kawasan Malioboro) sebagai sumber |
||
|
utama terkait proyeksi dan rencana |
||
|
jangka panjang Kawasan Malioboro. |
||
|
Terkait isu transportasi, tipologi dan |
||
|
pendekatan banyak bersumber dari |
||
|
literatur baik video, film dan tulisan. |
||
|
3. |
What questions did you consider during |
Dalam wawancara pertanyaan yang |
|
your research? |
diajukan lebih kepada rencana |
|
|
pengembangan tapak (Taman Khusus |
||
|
Parkir Abu Bakar Ali/TKP ABA) terkait visi |
||
|
dan rencana transportasi pariwisata |
||
|
Malioboro dan Daerah Istimewa |
||
|
Yogyakarta secara holistik. Dalam literasi |
||
|
banyak mencari tahu tentang proyeksi |
||
|
transportasi di masa mendatang, prinsip |
||
|
future-proofing pada gedung parkir, dan |
||
|
studi kasus penerapan pendekatan |
||
|
desain. |
||
|
4. |
Was the research approach you used |
Pendekatan yang digunakan adalah |
|
sound? |
Hedonistic Sustainability, pendekatan |
|
|
arsitektural hasil olah pikir Bjarke Ingels |
||
|
Group (BIG). Bagaimana konsep |
||
|
sustainability dapat meningkatkan kualitas |
||
|
hidup masyarakat dan bagaimana |
||
|
sustainability hadir memberikan pilihan |
||
|
pola hidup sustainable yang |
||
|
menyenangkan (bukan lagi menjadi |
||
|
sebuah degradasi kualitas hidup dan |
||
|
pengorbanan kenyamanan pola hidup |
||
|
yang sudah ada). |
||
|
Hedonistic Sustainability adalah |
||
|
pendekatan hibrida arsitektur, dimana |
||
|
umumnya menggabungkan antara |
||
|
infrastuktur dengan program sosial- |
||
|
lingkungan dan kemudian disebut dengan |
||
|
social infrastructure. |
||
|
5. |
What did you learn from your research |
Kondisi eksisting Malioboro yang selalu |
|
findings? |
macet dengan kendaraan bermotor dan |
|
|
adanya masalah kapasitas parkir bertolak |
||
|
belakang dengan rencana besar Kawasan |
||
|
Malioboro menjadi kawasan khusus |
||
|
pejalan kaki. Karena itu perlu adanya aksi |
||
|
yang mendorong pengurangan |
||
|
penggunaan bermotor dan |
||
|
menyelesaikan masalah parkir. Hal ini |
||
|
secara linier sesuai dengan proyeksi |
||
|
perkembangan transportasi di masa |
||
|
mendatang yang menunjukkan adanya |
||
|
irelevansi ruang parkir yang melimpah. |
||
|
Karena itu perlu adanya rancangan |
||
|
konsep untuk memberikan “nyawa |
||
|
kedua” (future-proofing) bagi ruang parkir |
||
|
di Malioboro (TKP ABA) di masa |
||
|
mendatang ketika tidak lagi begitu |
||
|
dibutuhkan. |
||




