Project Description
Pendidikan di Indonesia memilki banyak problematika terkait unsur-unsur pilar pendidikan yang ada salah satunya adalah, sarana pendidikan. wajibnya pemerataan sarana tidak berdasarkan fakta perkembangan perpustakaan pemerintah daerah yang tidak berimbang sehingga semakin meningkatnya respon munculnya perpustakaan berbasis komunitas yang tersebar di kota-kota.
Semakin rendahnya minat baca masyarakat di daerah tidak diimbangi dengan potensi masyarakat sekitar yang terus berkembang, salah satu sektor perpustakaan yang semakin menggiat adalah perpustakaan komunitas.
Dari kedua latar belakang tersebut penulis mencoba untuk membuat perancangan interior Perpustakaan daerah berbasis pusat komunitas di kota Bogor, sarana tersebut diharapkan sebagai titik sumber perkembangan budaya literasi ataupun sarana kegiatan publik bagi masyarakat di daerah.
Dengan adanya Pustakamba, atau bisa disebut Pustaka Rimba merupakan faslitas edukasi yang bersifat publik yang bertujuan memberi persepsi baru kepada masyarakat akan wajah perpustakaan yang ada saat ini untuk dapat mengembangkan minat serta kegiatan disekitarnya, memiliki cita-cita menjadi sumber ruang ilmu (Pustaka) yang nantinya berakar dan tumbuh besar seperti hutan yang lebat (Rimba)
Pustakamba dirancang dengan pertimbangan kebutuhan masyarakat akan permasalahan semakin rendahnya minat baca masyarakat di kota tidak diimbangi dengan potensi masyarakat daerah sekitar yang terus berkembang, akses terhadap fasilitas edukasi yang baik dan menyenangkan untuk dikunjungi dan mendorong hubungan sosial yang selalu terisolasi di tengah padatnya kota besar.
Konsep ruang yang digunakan adalah Lively Forest sebagai metafora keseluruhan perancangan fasilitas dari konsep tersebut perancang mencoba menciptakan suasana pada pusat komunitas ini agar menstimuli kenyamanan, interaksi, suasana dan produktifitas pengunjung. Disadari atau tidak perilaku masyarakat indonesia dipengaruhi oleh keberadaan pepohonan, kelestarian sumber penghidupan, serta peneduh dari aktifitas disekitarnya. Hutan sebagai ekosistem menjadi sebuah habitat dari flora dan fauna disekitarnya, peran rekreasi fasilitas publik serta timbulnya kegiatan aktif antar pengunjung menimbulkan kesan Lively.




