Louis Raymond - Arsitektur

REGENERATE PADEMANGAN: KAMPUNG HUTAN PADEMANGAN

Nama : Louis Raymond
Universitas : Bina Nusantara
Jurusan : Arsitektur
Tema : REGENERATE PADEMANGAN: KAMPUNG HUTAN PADEMANGAN
Penghargaan : Silver Award, 2017
Kategori : Arsitektur

Project Description

Permasalahan dunia yang sangat kompleks pada masa kini dan tantangan yang dihadapi pada masa mendatang akan selalu menarik untuk di carikan alternatif penyelesaiannya. Itu mengapa You for Tomorrow menjadi tema yang sangat menarik untuk dikembangkan. Dengan mengembangkan tema You for Tomorrow dari hari ini, kita mampu memprediksi kondisi dimasa depan dengan lebih seksama dan mencari alternatif-alternatif penyelesaian dari berbagai kondisi yang mungkin untuk diterapkan di masa depan atau bahkan yang tidak kalah penting kita dapat mencegah permasalahan di masa depan terjadi dengan mulai menyiapkannya dari hari ini.

Akan ada banyak hal yang berubah di masa mendatang. Permasalahan ekologi saat ini tentu akan memaksa berbagai pihak berlomba-lomba dengan waktu dalam mencari solusi yang ideal termasuk mengembangkan solusi yang benar-benar akan mengubah cara kita hidup, bersosialisasi dan bahkan berinteraksi dengan alam. Kekhawatiran dari berbagai pihak mengenai pemanasan global, kota-kota yang terancam tenggelam karena penurunan muka tanah dan peningkatan muka air laut serta permasalahan lainnya barangkali akan benar-benar terjadi. Setidaknya prediksi-prediksi tersebut dapat dilihat dari data-data penelitian dari tahun ke tahun yang membuat kita dapat memprediski kapan bencana itu akan benar-benar datang.

Teknologi di masa depan akan sangat berkembang dan membantu peradaban manusia bahkan mungkin bisa membantu mencegah bencana datang. Namun pertanyaanya adalah jika manusia terus membangun dengan hanya mementingkan kepentingan-kepentingannya, seberapa efektifkah teknologi tercanggih sekalipun untuk menjawab tantangan di masa depan? Arsitektur di hari esok tidak dapat

semata-mata hanya menonjolkan impresi bentuk dan penggunaan teknologi termuktahir namun disisi lain dengan naif mengabaikan segala permasalahan yang ada. Barangkali semakin berkembangnya zaman, kita harus mulai belajar kembali mengenai pembangunan yang menghargai keseimbangan. Belajar tentang nilai-nilai kelokalan yang tumbuh dari waktu ke waktu dan terbukti sangat menjunjung tinggi keseimbangan hidup dan interaksinya dengan alam. Saya meyakini, Arsitektur yang paling ideal untuk menjawab tantangan yang dihadapi masa kini dan masa depan adalah Arsitektur Nusantara. Itu adalah “teknologi” yang telah diwarisi dari waktu ke waktu yang memberikan pelajaran penting tentang bagaimana menjaga keseimbangan hidup. Oleh karena itu sudah sebaiknya kita berorientasi kedepan dengan tetap memegang nilai-nilai luhur dari masa lalu.

Pembangunan yang sangat masif di berbagai belahan dunia termasuk indonesia membuat bumi semakin sakit. Jakarta sebagai ibu kota Indonesia menjadi salah satu bagian dari bumi yang sudah menunjukkan gejala-gejala penyakitnya. Permasalahan-permasalahan Jakarta cukup rumit, di antaranya adalah:

  • Jakarta menjadi Kota dengan tingkat penurunan muka tanah paling tinggi di dunia. Disisi lain Permukaan air laut naik hingga 1,8 cm per tahun akibat dari pemanasan global. Pada 2050 Jakarta terancam tenggelam.
  • Banjir, kemacetan di berbagai daerah, kurangnya lahan hijau, buruknya kualitas udara Jakarta dan pembangunan yang tidak berbasis pada pembangunan berkelanjutan menjadikan Jakarta sebagai kota yang tidak nyaman untuk ditempati. “Liveable city is walkable city.” Data menunjukan bahwa orang Indonesia merupakan orang paling malas berjalan kaki. Tentu salah satu alasannya adalah pembangunan kota yang tidak berorientasi pada kenyamanan, keamanan kesehatan dan kebahagiaan masyarakatnya.
  • Jakarta kedatangan hingga 100 ribu pendatang setiap tahun. Tingginya urbanisasi itu tentu berdampak pada jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia. Februari 2017 tercatat tingkat pengangguran di jakarta berada pada angka 5,36%. Padahal pada 2020-2030, Jakarta, secara umum Indonesia, dihadapi dengan bonus demografi, dimana 70% penduduknya berada pada usia produktif. Pada 2050 ketika penduduk jakarta berkisar 15 juta orang, bukan hal mustahil jika jakarta mengalami konflik sosial yang tinggi.

Untuk menjawab tantangan itu, saya menawarkan 3 gagasan utama, yaitu:

  • Konsep Inside-Out
  • Konsep Community Based development
  • Konsep Resource Control

Ketiga konsep itu merupakan sebuah satu kesatuan sistem pada desain yang tak terpisahkan untuk menjawab berbagai tantangan masa kini dan mengantisipasi permasalahan di masa depan. Dengan menerapkan 3 konsep itu menjadi sebuah sistem terpadu dalam desain diharpakan permasalahan-permasalahan yang diprediksi akan dihadapi di masa depan dapat dicegah atau bahkan dapat diselesaikan. Desain ini bukan merupakan sebuah solusi tunggal. Desain ini diharapkan menjadi sebuah katalis bagi kawasan yang lebih luas sehingga tercipta kolaborasi bersama dalam menyelesaikan tantangan dan permasalahan yang ada.

Bagi saya, ada 1 komponen utama yang harus dimiliki sebuah desain untuk masa depan, yaitu komponen hijau (menyeimbangkan pembangunan dengan memberi ruang kepada alam untuk tumbuh bersama dalam pembangunan). Jika komponen hijau selalu diterapkan dalam setiap desain untuk masa depan, rasa-rasanya banyak tantangan di masa depan yang dapat terselesaikan.

Dalam mengembangkan desain ini saya menggunakan berbagai metode riset antara lain dengan studi literatur, dan pengamatan langsung. Sumber informasi utama adalah hasil penelitian dari berbagai pihak yang kemudian dilakukan studi lapangan untuk mengonfirmasi ketepatan penelitian tersebut. Dengan melakukan hal tersebut, saya mendaptkan data yang lebih valid dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam proses desain ini.

Selama proses penilitian ini, pertanyaan-pertanyaan yang saya pertimbangkan adalah teknis mengenai strategi pemecahan masalah yang ada dan di sisi lain mempertimbangkan pertanyaan menggenai bagaimana cara mengikutsertakan manusia dan alam sebagai sebuah subjek desain yang dapat tumbuh bersamaan dengan pembangunan kota.

Dari keseluruhan hasil riset ini, saya belajar mengenai 2 hal penting, pertama mengenai peran arsitek yang sangat vital dalam pembangunan. Baik buruknya pembangunan tak terlepas dari peran arsitek sebagai salah satu aktor pembangunan dan dari riset ini saya belajar tentang bagaimana harus bersikap sebagai seorang calon arsitek di masa depan karena karya yang dibuat nantinya harus dapat dipertanggung jawabkan. Hal kedua yang saya pelajari adalah bagaimana pentingnya menjadikan arstektur nusantara sebagai masa depan arsitektur Indonesia. Kesimbangan hidup yang dijaga dan bagaimana arsitektur nusantara mampu berinteraksi dengan alam dan manusia dan menjadikannya bagian tak terlepaskan menjadi inspirasi bagi saya yang selama ini berusaha mencari jawaban mengenai konsep arsitektur apa yang paling ideal untuk diterapkan yang selalu mampu beradaptasi dari waktu ke waktu. 2 hal tersebut menjadi pelajaran berharga bagi saya dalam perkembangan di dunia arsitektur.

Presentation Board