Reza Ahmed D. H. A. M. A. - Arsitektur

MUSEUM OF PARKING

Nama : Reza Ahmed D. H. A. M. A.
Universitas : Universitas Gadjah Mada
Jurusan :
Tema : MUSEUM OF PARKING
Penghargaan : Honorary Mention, 2019
Kategori : Arsitektur

Project Description

Pernyataan Konsep Desain

Museum of Parking : “ Proparkganda”

Latar Belakang

Moda transportasi pribadi masih menjadi pilihan utama dalam mengakomodasi mobilitas masyarakat di Indonesia. Pertumbuhan jumlah penggunaan kendaraan bermotor di Indonesia pada setiap tahun memicu permasalahan kelangkaan ruang parkir di perkotaan. Pembangunan ruang parkir dalam wujud struktur parkir atau gedung parkir dipandang menjadi solusi yang tepat untuk memecahkan masalah ini. Namun, menambah kapasitas ruang parkir kota hanya dapat bertahan sementara karena jumlah kendaraan yang terus bertambah. Selain itu, dari memproyeksikan arah perkembangan transportasi di perkotaan, membangun ruang parkir dengan kapasitas yang banyak merupakan hal yang tidak relevan dengan trasportasi di masa mendatang. Meskipun begitu, faktanya saat ini kita masih membutuhkan keberadaan struktur parkir fungsional di perkotaan.

Pembangunan ruang parkir di perkotaan perlu memperhatikan aspek keberlanjutan (sustainability) agar keberadaan ruang parkir dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk memecahkan permasalahan transportasi perkotaan. Selain itu, ruang parkir perlu disiapkan untuk dapat berubah dan menyesuaikan diri dengan kondisi transportasi perkotaan di masa mendatang, sehingga dapat tetap bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup di perkotaan.

Perancangan yang dituju adalah ruang parkir yang berkelanjutan (sustainable) dan evolusioner. Dengan pendekatan Hedonistic Sustainability, rancangan dapat menjawab permasalahan ruang parkir saat ini dan di masa mendatang dengan cara yang berkelanjutan, menyenangkan sehingga mudah diterima oleh masyarakat.

Proparkganda adalah akronim dua poin penting dalam konsep desain yaitu pro-park dan propaganda. Pro-park dilakukan dengan tujuan untuk menciptakan ruang publik (reinventing park) dan propaganda dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi ruang parkir dengan cara mengubah ruang parkir/ future-proofing parking (evolving parking). Dengan berkurangnya parkir dan kendaraan bermotor, diharapkan kota dapat berkembang lebih positif dalam berbagai bidang (sosial, lingkungan, budaya dan ekonomi).

NO.

PERTANYAAN

PERNYATAAN

DESIGN PROCESS

1.

What is your future-proof design

Konsep future-proofing dalam desain

concept aiming to solve and how does it

bukan sebuah konsep pasif yang akan

benefit the communities and societies

bekerja hanya saat kondisi di masa

around it?

mendatang/ yang diproyeksikan sudah

terjadi. Konsep “Proparkganda” secara

aktif akan memaksa pengurangan ruang

parkir kendaraan melalui beberapa

skema propaganda berfase. Diharapkan

melalui desain yang dirancang, dapat

mendongkrak perubahan transportasi

dan ruang kota yang positif dan

berkelanjutan.

Dalam kaitannya dengan konteks lokasi,

desain akan mempercepat visi kawasan

Malioboro menjadi kawasan khusus

pejalan kaki melalui pengurangan

penggunaan kendaraan bermotor (efek

propaganda pengurangan ruang parkir).

Dalam fase pengembangan lanjutan,

desain akan terintegrasi dengan

transportasi massal, serta dapat menjadi

katalisator pengembangan nodes

potensial di sekitarnya (area cagar

budaya dan perkampungan).

2.

How would you envision the ecological,

Well-being of humanity dalam konteks

sociological, and technological aspects

perkotaan dapat diraih apabila ekosistem

that may contribute to the well-being of

perkotaan yang ditinggali menjadi ruang

humanity?

yang humanis. Kaitannya dengan ruang

parkir dan kendaraan bermotor, ruang

humanis yaitu ketika lebih banyak ruang

untuk manusia daripada kendaraan

bermotor, lebih banyak park daripada

parkir. Park tentu akan banyak

bersinggungan dengan aspek lingkungan

dan sosial, bagaimana park menjadi

ruang hijau dan ruang sosial bagi

masyarakat. Terkait teknologi, melalui

perkembangan teknologi transportasi,

dapat diproyeksikan bahwa di masa

mendatang, transportasi akan jauh lebih

ramah lingkungan, dan mengutamakan

transportasi massal, yang mana hal ini

akan mendorong terwujudnya ruang kota

yang lebih humanis pula.

3.

What is your design’s impact on the

Secara umum, desain dapat berdampak

environment based on its concept,

pada lahirnya ekosistem kota yang lebih

materials, maintenance, energy usage

humanis (khususnya sektor transportasi).

and water and waste management?

Secara spesifik, desain berdampak pada

pengurangan ruang parkir, pengurangan

kendaraan bermotor, menambah ruang

publik terbuka hijau.

Material utama yang digunakan adalah

baja yang memiliki fleksibilitas yang tinggi

terkait penyesuaian terhadap fungsi

mendatang (terkait prinsip future-

proofing). Bangunan merupakan

bangunan terbuka sehingga secara

mudah mendapat pencahayaan dan

penghawaan alami. Intervensi ruang hijau

dalam bangunan berusaha

mengoptimalkan penggunaan air hujan.

4.

In your opinion, what is the one key

Secara substansial, hal paling penting

component that must exist in the

dalam future-proofing design yaitu adanya

future-proof designs?

visi yang bold tentang masa depan

(terkait tapak, tipologi dan isu-isu yang

memengaruhi objek rancangan). Visi ini

lahir melalui studi mendalam yang

bermuara pada spekulasi maupun

proyeksi kondisi di masa mendatang.

Dengan visi ini, desain yang dimunculkan

akan memiliki keunggulan dalam aspek

keberlanjutannya.

RESEARCH PROCESS

1.

What was your research method like?

Metode riset yaitu wawancara (ke

perencana Kawasan Malioboro, dan

masyarakat sekitar), literasi (terkait isu

tapak, isu transportasi, prinsip future-

proofing ruang parkir, studi kasus dan

pendekatan yang digunakan), dan survey

lapangan untuk mengetahui kondisi

eksisting tapak perancangan.

2.

Who was your main source of

Perencana Kawasan Malioboro

information during your research?

(pemenang Sayembara Penataan

Kawasan Malioboro) sebagai sumber

utama terkait proyeksi dan rencana

jangka panjang Kawasan Malioboro.

Terkait isu transportasi, tipologi dan

pendekatan banyak bersumber dari

literatur baik video, film dan tulisan.

3.

What questions did you consider during

Dalam wawancara pertanyaan yang

your research?

diajukan lebih kepada rencana

pengembangan tapak (Taman Khusus

Parkir Abu Bakar Ali/TKP ABA) terkait visi

dan rencana transportasi pariwisata

Malioboro dan Daerah Istimewa

Yogyakarta secara holistik. Dalam literasi

banyak mencari tahu tentang proyeksi

transportasi di masa mendatang, prinsip

future-proofing pada gedung parkir, dan

studi kasus penerapan pendekatan

desain.

4.

Was the research approach you used

Pendekatan yang digunakan adalah

sound?

Hedonistic Sustainability, pendekatan

arsitektural hasil olah pikir Bjarke Ingels

Group (BIG). Bagaimana konsep

sustainability dapat meningkatkan kualitas

hidup masyarakat dan bagaimana

sustainability hadir memberikan pilihan

pola hidup sustainable yang

menyenangkan (bukan lagi menjadi

sebuah degradasi kualitas hidup dan

pengorbanan kenyamanan pola hidup

yang sudah ada).

Hedonistic Sustainability adalah

pendekatan hibrida arsitektur, dimana

umumnya menggabungkan antara

infrastuktur dengan program sosial-

lingkungan dan kemudian disebut dengan

social infrastructure.

5.

What did you learn from your research

Kondisi eksisting Malioboro yang selalu

findings?

macet dengan kendaraan bermotor dan

adanya masalah kapasitas parkir bertolak

belakang dengan rencana besar Kawasan

Malioboro menjadi kawasan khusus

pejalan kaki. Karena itu perlu adanya aksi

yang mendorong pengurangan

penggunaan bermotor dan

menyelesaikan masalah parkir. Hal ini

secara linier sesuai dengan proyeksi

perkembangan transportasi di masa

mendatang yang menunjukkan adanya

irelevansi ruang parkir yang melimpah.

Karena itu perlu adanya rancangan

konsep untuk memberikan “nyawa

kedua” (future-proofing) bagi ruang parkir

di Malioboro (TKP ABA) di masa

mendatang ketika tidak lagi begitu

dibutuhkan.

Presentation Board