JIMMY CARTER LIROGA - Arsitektur

OMA TUMBUH MARJINAL

Nama : JIMMY CARTER LIROGA
Universitas : Universitas Kristen Duta Wacana
Jurusan :
Tema : OMA TUMBUH MARJINAL
Penghargaan : Honorary Mention,
Kategori : Arsitektur

Project Description

No

Pertanyaan

Pernyataan

1

Apa inspirasi dibalik perancangan karya ini?

Inspirasi Proyek ini diambil dari permasalahan akan kesenjangan sosial kuhusnya anak jalanan dan juga berangkat dari stigma buruk masyarakat luas, akan sosok anak jalanan yang buruk. Sehingga proyek perencanaan pembangunan rumah singga anak jalanan berupaya untuk membangun sebuah rumah singga anak jalanan yang nantinya akan bertumbuh dan menjadi sebuah ruang yang dapat mewadahi  dan memberdayakan anak jalanan untuk menjadi lebih produktif.

2

Bagaimana cara desain Anda bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya?

Perancangan OMAH.TUMBUH.MARJINAL. merupakan proyek yang akan melibatkan peran penting anak jalanan untuk membangun sebuah lingkungan yang mampu mewadahi dan memberikan peluang pekerjaan untuk anak jalanan menjadi generasi mendatang yang cerdas, dan memiliki karakter, relationship, kepekaan terhadap lingkungan dan menambah ilmu pengetahuan umum dan ilmu pertanian. Dan bersama-sama menjaga dan mempertahankan nilai Social, Budaya dan Ekonomi.

3

Apa konsep dan gaya desain Anda?

Konsep yang diusulkan dari perencanaan ini adalah melihat kondisi dan potensi yang ada di sekitar untuk di angkat menjadi sebuah konsep pemungkiman yang mampu hadir dengan mempertimbangkan kondisi alam sekita sehingga bangunan yang di desain mampu menyatuh dengan alam. Hal tersebut ditransformasi menjadi rumah tumbuh dengan mempertahankan area hijau yang ada pada tapak.

4

Apa alasan dibalik pemilihan warna dan skema warna Anda?

Pemilihan warna lebih difokuskan pada penyelesaian coating cat, sehingga mampu melindungi dan menjaga dari kerusakan pada material yang di akibatkan kondisi lingkungan, iklim dan seranagan rayap dam jamur yang dapat merusak material. Selain itu warna di depan bangunan Omah Susun dibuat beberapa aksen warna sebagai sebuah identitas tiap-tiap bangunan sehingga memudahkan dalam membedahkan type hunian.

5

Apa pendekatan ramah lingkungan dalam hal konsep desain, material, perawatan, penggunaan energi, air, pengaturan sampah, dll?

Pendekatan dalam hal green desain, mengutamakan pada pemanfaatan lebih banyak area hijau pada bangunan dan penghawaan alami melalui desain fasad bangunan yang pasif. Dalam penggunaan material diupayakan menggunakan material mudah didapatkan di sekitar lokasi melalui pemanfaatan kayu, batu alam, dan bamboo dimana bamboo merupakan material lokal yang tersedia di dalam tapak. Penggunaan energy pada proyek ini mencoba menggunakan sumber energy alternative berupa biomasa bamboo dan juga tetap menjaga akan ekosistemnya.

6

Apa dan siapa yang mempengaruhi desain Anda?

Hal utama yang mampuh mempengaruhi perencanaan proyek ini secara garis besar adalah dengan melihat konteks sekitar, terutama bagaimana mengangkat rumah singga anak jalanan tidak hanya menjadi rumah tempat untuk bernaung dan istirahat namun mencoba membuat rumah singga lebih produktif dengan pemanfaatan potensi lingkungan yang ada dengan konsep Omah.Tumbuh,Marjinal dan para anak jalanan merupakan objek dan subjek meningkatkan dan mengupayakan komunitas yang baerbasis ekonomi mandiri, kreatif dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan yang ada.

7

Bagaimana pendekatan Anda dalam meneliti isu ini?

Pendekatan yang diambil dalam proses penelitian yaitu melihat karakteristik anak jalanan dan kebutuhan yang diperlukan anak jalanan sehingga akan melahirkan suatu gagasan  desain yang mampu menjawab permasalahan isu tentang anak jalanan, dalam desain rumah singga mengadaptasi elemen alam kedalam desain, untuk menciptakan sustainable dan ecological design.

8

Siapa yang didekati untuk meneliti isu ini?

Dalam proses penelitian proyek rumah singga anak jalanan ini, pihak-pihak yang menjadi sumber informasi utama yaitu ketua komunitas ledok timoho sebagai komunitas yang menggerakan rumah singga anak jalanan di Ledok Timoho Yogyakarta. Dalam melihat perkembangan dan permasalahan yang ada di lingkungan rumah singga anak jalanan maka anak jalanan menjadi suber informasi untuk mengetahui permasalahan di rumah singga dan ekosistem didalamnya.

9

Rangkaian pertanyaan yang ditanyakan saat melakukan penelitian ini?

Pertanyaan yang diajukan kepada komunitas Ledok Timoho yaitu lebih kepada target dan rencana yang akan dilakukan pihak komunitas Ledok Timoho Yogyakarta dalam mengolah rumah singga anak jalanan kedepannya. Dan  juga bagaimana cara mereka dapat siap menghadapi tantangan masa depan yang bisa membuat rumah singga anak jalanan ini tidak hilang ataupun terpinggirkan dengan perubahan moderenisasi saat ini dan masa depan. Yang kedua pertanyaan ini menjadi isu utama yang diangkat dalam perancanagan Omah.Tumbuh.Marjinal.

10

 Apakah metode penelitian yang digunakan?

Metode yang digunakan yaitu pengumpulan data dengan menggunakan studi literatur, wawancara dan observasi langsung ke lapangan. Data-data, hasil wawancara dan temuan di lapangan  yang telah di dapat kemudian disusun  dan di olah menjadi bahan untuk menjadi sebuah konsep dan gagasan desain untuk dapat menyelesaikan permasalahan garis besar anak jalanan.

11

Penemuan apa saja yang didapatkan dari penelitian?

Saat penelitian berlangsung, baik itu saat mengumpulkan data studi literatur dan observasi langsung dilapangan ternyata rumah singga anak jalanan perlu adanya upaya untuk membangun sebuah komunitas yang mampu menggerakan dan mengolah rumah singga, misalkan rumah singga anak jalanan terdapat area urban farming dan peternakan komunal hal ini menjadi gambaran bahwa  anak jalanan di Ledok Timoho punya suatu keinginan untuk untuk tumbuh mandiri. Dan hal ini menjadi sebuah ide bahwa anak jalanan mampu dan akan terus tumbuh dimasa mendatang.

Pernyataan Konsep Desain

Omah.Tumbuh.Marjinal (Rumah Singgah Anak Jalanan Yogyakarta)

Mempersiapkan Masa Depan Untuk Mereka Yang Terpinggirkan

Presentation Board