Sylvia Agustin Irawan - Desain Interior

TOURISM ACTIVITY CENTER DI BANYUWANGI

Nama : Sylvia Agustin Irawan
Universitas : Universitas Kristen Petra
Jurusan : Desain Interior
Tema : TOURISM ACTIVITY CENTER DI BANYUWANGI
Penghargaan : Silver Award, 2017
Kategori : Desain Interior

Project Description

PROSES DESAIN

Desain dengan pertimbangan masa depan sangat penting karena seiring dengan perkembangan jaman, standar manusia semakin meningkat, teknologi semakin maju, namun sebaliknya, aspek budaya akan terlupakan dan dianggap kuno serta orang-orang yang tidak dapat mengikuti perkembangan jaman akan semakin tertinggal.

Pada masa yang akan datang, kebutuhan manusia akan lahan dan sumber daya alam akan terus berkembang, lahan hijau akan berubah menjadi gedung-gedung. Masyarakat maju akan bertambah maju, sedangkan masyarakat yang tertinggal akan semakin sulit untuk mengikuti perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Selain itu, latar belakang yang lebih spesifik dari perancangan ini adalah :

  1. Banyuwangi adalah sebuah Kota di Jawa Timur yang memiliki kekayaan alam, kebudayaan, dan objek wisata yang terus berkembang.
  2. Lokasinya yang dekat dengan Pulau Bali membuat Banyuwangi menjadi jalur penghubung yang banyak dilalui oleh wisatawan sehingga memiliki potensi yang besar dalam bidang pariwisata.
  3. Banyak potensi yang sedang dikembangkan oleh pemerintah melalui Banyuwangi festival.

Melalui perancangan Tourism Activity Center ini, tujuan yang ingin dicapai adalah untuk mengedukasi masyarakat dan wisatawan tentang budaya dan wisata Banyuwangi, mewadahi festival lokal sebagai upaya pelestarian budaya oleh pemerintah, dan mempromosikan karya-karya pengrajin lokal dan usaha masyarakat lokal serta menerapkan desain yang ramah lingkungan dan dapat bertahan sepanjang jaman.

Menurut saya komponen penting yang harus ada dalam desain masa depan adalah sustainability. Sustainability memiliki 3 pilar yang harus dipertimbangkan, antara lain lingkungan, ekonomi, dan sosial. Pertimbangan aspek lingkungan berarti ikut serta dalam pelestarian lingkungan, sehingga desain tidak berdampak buruk dan merusak lingkungan. Pertimbangan aspek sosial berarti desain bermanfaat bagi perkembangan masyarakat sekitar, tidak hanya mementingkan kalangan tertentu saja. Aspek yang terakhir adalah ekonomi, berarti desain harus mempertimbangkan biaya (misalnya dengan menggunakan material lokal maka tidak perlu ada biaya pengiriman) dan bersifat hemat energi (misalnya banyak menggunakan pencahayaan alami).

PROSES PENELITIAN

Lokasi perancangan adalah sebuah restoran yang memiliki luas 1450m2. Restoran ini merupakan suatu bagian dari hotel. Namun ukurannya terlalu besar untuk hanya digunakan sebagai restoran saja. Dalam proses perancangan, informasi diperoleh melalui proses wawancara dengan manajer lokasi perancangan dan pengamatan, elemen-elemen interior, dan masyarakat sekitar. Pertimbangan dalam memperoleh informasi ini adalah seputar kegunaan dari lokasi, kebutuhan dari penggunanya, dan potensi dari lokasi serta lingkungannya. Letak dari lokasi perancangan sangat strategis untuk kegiatan yang bersifat rekreasi atau wisata. Karena letaknya dekat dengan pelabuhan, tempat wisata, dan merupakan jalur penghubung yang sering dilalui.

Berdasarkan penelitian ini, maka terpikir suatu ide untuk mengembangkan lokasi menjadi suatu fasilitas one-stop untuk wisatawan dan juga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya. Perancangan ini tidak menghilangkan fungsi restoran dari hotel, karena masih tersedia area makan bagi pengunjung hotel. Namun fasilitas yang ada lebih berkembang sehingga dapat berdampak positif juga bagi masyarakat dan wisatawan.

Fasilitas yang dirancang antara lain :

  • Pusat Informasi
  • Hall Multifungsi (exhibition gallery dan rest area)
  • Sentra Kuliner
  • Pusat Oleh-oleh
  • Amphitheater
  • Outdoor Seating Area
  • Travel Agent
  • Kantor Administrasi
  • Locker Room
  • Toilet

KONSEP

Problem

– Menerapkan sistem self service yg inovatif untuk pengunjung.

– Membuat sirkulasi yang terstruktur sesuai dengan alur kegiatan.

– Mewadahi aktivitas yang bervariasi.

– Menerapkan unsur Budaya Banyuwangi.

– Mengolah existing menjadi lebih fungsional dan menarik.

Ide Konsep

“The Art of Exploring”

Dalam Tourism Activity Center pengunjung memiliki tujuan untuk mengetahui/mengeksplor lebih dalam tentang Banyuwangi. Penerapan kebudayaan dan seni Banyuwangi dalam berbagai fasilitas membuat pengunjung dapat menikmati estetika Banyuwangi, sehingga dalam proses mengeksplor pengunjung tidak hanya memperoleh informasi secara teori tetapi juga pengalaman yang tidak terlupakan. Aspek Sustainable juga menjadi elemen penting dalam desain karena terdapat pertimbangan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Aplikasi Konsep

  • INTERACTIVE
    Mengajak pengunjung untuk bersosialisasi, berinteraksi, dan memberikan feedback dengan cara mengisi papan informasi, panel touchscreen, dan fasilitas pameran yang dapat dimainkan (alat tradisional).
  • FLEXIBLE
    Sistem multifungsi agar penggunaan space menjadi lebih efektif dan efisien.
    Merancang furniture yang modular agar mudah dalam mobilisasi dan tata letak bervariasi
  • EXPERIENCE
    Memberi pengalaman baru melalui terapan budaya dalam fasilitas dan suasana ruang sehingga pengunjung merasakan suasana tempo dulu
  • DESIGN STYLE
    Universal design : ramp, toilet khusus disabilitas
    Banyuwangi Culture : menerapkan elemen budaya dalam interior
  • ENERGY SAVING
    Menggunakan solar system energy sehingga dapat menyerap energi matahari dan banyak memanfaatkan cahaya alami melalui atap skylight
    Karena dekat dengan pantai maka banyak menggunakan penghawaan alami dengan memperbanyak balkon dan bukaan.
  • GREEN DESIGN
    Memasukkan tanaman dalam interior untuk meningkatkan kualitas udara dalam ruang. Banyak memanfaatkan tanaman bambu yang banyak ditemui di Banyuwangi.
  • LOCAL MATERIAL
    Banyak menggunakan material alami dan lokal seperti rotan, bambu, dan kayu bekas di lingkungan sekitar. Selain sustainable juga menambah kesan tradisional.
  • SOSIAL
    Membantu mengembangkan mata pencaharian masyarakat melalui pameran dan promosi melalui pusat informasi sehingga lebih meningkatkan perekonomian penduduk lokal.

Presentation Board